Hati-Hati, Jaringan Hotspot WiFi Publik Beresiko Kejahatan

Hati-Hati, Jaringan Hotspot WiFi Publik Beresiko Kejahatan

Halo kawan, kecanggihan teknologi nampaknya semakin menginspirasi banyak orang, tak terkecuali untuk pelaku cyber crime. Tanpa ada maksud untuk menjudge penyedia layanan WiFi publik ataupun menyudutkan pihak tertentu, namun tak ada salahnya kita melindungi keamanan diri kita dari cyber crime.

Mungkin untuk hal seperti ini masih jarang terjadi di negara kita. Sebenarnya jaringan hotspot / WiFi publik merupakan lahan yang beresiko untuk sebuah akses terhadap akun penting. Sebelum menggunakan hotspot publik, harap pastikan bahwa penyedia layanan jaringan tersebut terpercaya secara nyata. Apa pasal ? akses jaringan hotspot entah itu dari smartphone atau perangkat lain yang serupa dapat menjadi gerbang masuk pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika anda memiliki data penting yang tersimpan dalam perangkat pengakses jaringan hotspot tersebut, pihak operator WiFi “nakal” bisa saja dan bukan tak mungkin dapat mengaksesnya. Maka dari itu sebagai langkah pertama pengamanan diri, pastikan jaringan hotspot yang anda gunakan berasal dari pihak yang terpercaya.

Hati-Hati, Jaringan Hotspot WiFi Publik Beresiko Kejahatan

Sesuai judul posting ini, kehati-hatian terhadap jaringan hotspot atau WiFi publik memang perlu. Di negara kita, kasus kriminal dengan menggunakan jaringan hotspot memang belum begitu santer terdengar namun bukannya tidak mungkin kasus seperti itu dapat terjadi.

Modus Kejahatan Jaringan Hotspot Publik

Dari beberapa sumber yang saya baca, modus kejahatan menggunakan hotspot adalah dengan cara menyediakan jaringan palsu yang mirip dengan jaringan terpercaya di suatu lokasi hotspot publik gratis. Mungkin jika dianalogikan dengan istilah internet, kasus tersebut bisa dikatakan serupa dengan phising.

Pelaku kejahatan dengan menggunakan jaringan hotspot biasanya merupakan pengunjung sebuah tempat yang memiliki jaringan hotspot gratis, dimana pelaku menggunakan produk atau jasa dari tempat tersebut guna mendapatkan password untuk akses hotspot gratis. Pelaku membawa WiFi router portable dengan alat khusus dan membuat jaringan hotspot palsu dengan password yang sama dengan jaringan asli di tempat tersebut. Pengguna yang tidak menyadari akan modus kejahatan ini dapat dengan mudah masuk kedalam jaringan palsu yang dikira layanan terpercaya. Dari sana, pelaku bisa mendapatkan data berupa nama, domisili, jenis kelamin, informasi login, password, website apa saja yang dikunjungi korban, informasi pencarian dan kata kunci serta info penting lainnya. Bahkan, layanan perbankan yang diakses melalui jaringan tersebut dapat menjadi sasaran empuk pelaku cyber crime.

Secara prosedural, tahap pertama pelaku akan membuat semacam duplikat jaringan hotspot / WiFi yang mirip dengan jaringan yang disediakan oleh penyedia layanan, sehingga seolah-olah merupakan jaringan terpercaya. Pelaku bahkan membiarkan perangkat pengunjung tersambung secara otomatis dengan perangkat router jaringan palsu yang dipersiapkan. Dengan begitu, pelaku dapat melakukan scanning data-data penting dan personal guna mendukung aksi kejahatannya. Maka, berhati-hatilah dalam menggunakan jaringan hotspot publik terlebih hotspot gratisan.

Modus tersebut memang terjadi di luar sana. Namun bukan tak mungkin di negara kita juga dapat terjadi kasus yang sama. Pelaku kejahatan dapat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan korban dan memperoleh hasil dengan mudah. Selayaknya kita yang bijak dalam menggunakan internet, jangan tergiur iming-iming gratis dan akhirnya kita melupakan kehati-hatian dan mengesampingkan keamanan data personal.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply